Kamis, 03 Mei 2012

Ilmu Psikologi


MAKALAH
DASAR-DASAR ILMU SOSIAL
SUB MATERI
ILMU PSIKOLOGI
Dosen Pengampu:  Saliman, M.Pd.





Disusun Oleh:
                Nunung Khusnul Khotimah     10402241001




PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN ADMINISTRASI PERKANTORAN
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2010


Kata Pengantar

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas petunjuk, rahmat, dan hidayahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah mata kuliah Dasar-Dasar Ilmu Sosial tanpa ada halangan apapun sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
Penulis menyadari bahwa makalah ini tidak akan tersusun dengan baik tanpa adanya bantuan dari pihak-pihak terkait. Oleh karena itu, pada kesempatan ini tidak lupa juga penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyusun laporan ini.
Penulis  sadar bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan, demi kesempurnaan laporan ini. Akhir kata penulis mohon maaf apabila dalam laporan ini banyak kesalahan. Semoga bermanfaat bagi penulis sendiri dan bagi pembaca.

                                                                                    Yogyakarta,    November 2010


                                                                                    Penulis






Daftar Isi

Kata Pengantar...............................................................................................   ii
Daftar Isi..........................................................................................................   iii
BAB  I  PENDAHULUAN
A.     . Latar Belakang .............................................................................   1
B.       Rumusan Masalah .......................................................................   2
C.       Tujuan .........................................................................................   2
BAB II  PEMBASAHAN
A.        Definisi Ilmu Psikologi................................................................   3
B.         Konsep Dasar Ilmu Psikologi......................................................   6
C.         Metode Penelitian Ilmu Psikologi................................................ 14
D.        Peran Ilmu Psikologi dalam Kehidupan Manusia........................ 22
BAB III  PENUTUP
A.       Kesimpulan.................................................................................. 24
B.        Saran-Saran.................................................................................. 25

Daftar Pustaka................................................................................................ 26



BAB I
PENDAHULUAN

A.       LATAR BELAKANG
Pada mulanya semua ilmu, termasuk psikologi, merupakan bagian dari filsafat. Sehingga ada pernyataan philosophy is the mother of sciences. Psikologi menjadi bagian dari filsafat berlangsung sampai abad ke-18. Pada saat itu pembahasan mengenai segi kejiwaan dilakukan dengan pendekatan filosofis oleh para filsuf.  Pertanyaan utama yang ingin dijawab oleh para filsuf adalah:  jiwa itu apa?. Sedangkan metoda yang dipakai dalam membahas hal tersebut adalah reflective thinking.
Pada abad ke-18 para ahli berusaha menjelaskan gejala-gejala jiwa dengan ilmu faal atau fisiologi. Para ahli dalam bidang tersebut misalnya Sir Charles Bell, Francois Magendi, dan Johannes Peter Muller, telah melakukan penelitian untuk memperoleh gambaran tentang perilaku manusia. Bell dan Magendi berhasil menjelaskan gejala jiwa dalam hubungannya dengan saraf sensoris dan saraf motoris. Muller menjelaskan gejala pengamatan dengan hukum energi spesifik.
Pada abad ke-19, tepatnya tahun 1879 psikologi diakui sebagai ilmu yang berdiri sendiri. Pengakuan tersebut didasarkan pada kenyataan bahwa pengetahuan yang mempelajari segi kejiwaan manusia telah memenuhi syarat sebagai pengetahuan ilmiah, yaitu memiliki objek yang spesifik dan metoda ilmiah. Diakuinya psikologi sebagai suatu disiplin ilmu berkat usaha yang telah dilakukan oleh Wilhelm Wundt. Wundt, seorang filsuf, dokter, sosiologi, dan ahli hokum dari Jerman, mendirikan laboratorium psikologi yang pertama di dunia. Laboratorium tersebut didirikan oleh Wundt di Leipzig, Jerman pada tahun 1879.
Dewasa ini ilmu psikologi berkembang dengan pesat seiring dengan semakin kompleks nya dinamika kehidupan masyarakat, sehingga lahirlah berbagai cabang-cabang ilmu baru dari ilmu psikologi.

B.        RUMUSAN MASALAH
1.         Apakah definisi dari ilmu psikologi?
2.         Apa saja konsep dasar dari ilmu psikologi?
3.         Apa saja metode yang digunakan dalam penelitian ilmu psikologi?
4.         Apa saja peran ilmu psikologi dalam kehidupan manusia?


C.        TUJUAN
1.         Mengetahui definisi ilmu psikologi
2.         Dapat memahami dan mengerti konsep dasar dari ilmu psikologi
3.         Mengetahui metode penelitian ilmu psikologi
4.         Mengetahui peran ilmu psikologi dalam kehidupan manusia















BAB II
PEMBAHASAN


A.       DEFINISI ILMU PSIKOLOGI
Perbedaan pandangan bukanlah merupakan hal yang baru dalam lapangan ilmu lebih-lebih dalam lapangan ilmu sosial.  Masing-masing ahli mempunyai sudut pandangan sendiri-sendiri mana yang dianggap penting, sehingga akan berbeda dalam meletakkan titik beratnya.  Perbedaan pandangan ini mungkin karena perbedaan bidang studi ataupun metode yang digunakan dalam pendekatan masalah.   Itu akan jelas apabila dilihat tentang batasan apakah yang dimaksud dengan psikologi itu.

Karena psikologi merupakan ilmu mengenai jiwa, maka persoalan yang pertama-tama timbul ialah apakah yang dimaksud dengan jiwa itu.  Menurut Ki Hajar Dewantara  jiwa diartikan sebagai kekuatan yang menjadi penggerak manusia.  Jadi kalau jiwa itu tidak ada tentulah manusia tidak hidup.  Dalam ilmu pengetahuan yang dinamakan psikologi positif, perkataan jiwa diartikan sebagai:
1.         Kekuatan yang menyebabkan hidupnya manusia
2.         Serta menyebabkan manusia dapat berpikir, berperasaan dan berkehendak (budi)
3.         Lagi pula menyebabkan orang mengerti atau insyaf akan segala gerak jiwanya.

Jiwa sebagai kekuatan hidup (levens beginsel) atau sebabnya hidup telah pula dikemukakan oleh Aristoteles, yang memandang ilmu jiwa sebagai ilmu yang mempelajari geala-gejala kehidupan.  Jiwa adalah merupakan unsur kehidupan, jadi baik manusia, hewan maupun tumbuh-tumbuhan memiliki jiwa atau beranima.  Karena itu maka terdapatlah tiga macam anima, yaitu:
1.         Anima vegetative, yaitu anima atau jiwa yang terdapat pada tumbuh-tumbuhan, yang mempunyai kemampuan untuk makan-minum dan berkembang biak
2.         Anima sensitive, yaitu anima atau jiwa yang terdapat pada kalangan hwan yang di samping mempunyai kemampuan-kemampuan seperti pada anima vegetativa juga mempunyai kemampuan-kemampuan untuk berpindah tempat, mempunyai nafsu, dapat mengamati, dapat menyimpan pengalaman-pengalamannya
3.         Anima intelektiva, yaitu yang terdapat pada manusia, selain mempunyai kemampuan-kemampuan seperti yang terdapat pada lapangan hewan masih mempunyai kemampuan lain yaitu berpikir dan berkemauan.

Dapat disimpulkan bahwa pengertian jiwa itu adalah sebagai unsur kehidupan, yang oleh Ki Hajar Dewantara dibatasi pada unsure kehidupan pada manusia.  Kenyataan bahwa manusia itu berjiwa, kiranya tidak ada orang yang akan membantah.  Sekalipun jiwa itu sendiri tidak menampak, tetapi dapat dilihat keadaan-keadaan yang dapat dipandang sebagai gejala-gejala kehidupan kejiwaan. 

Psikologi berasal dari perkataan Yunani “psyche” yang artinya jiwa dan “logos” yang artinya ilmu pengetahuan.  Jadi secara etimologi (menurut arti kata) psikologi artinya ilmu yang mempelajari tentang jiwa, baik mengenai macam-macam gejalanya, prosesnya maupun latar belakangnya.
Para ahli psikolog terdahulu mendefinisikan psikologi sebagai studi kegiatan mental. Istilah mental menyinggung masalah pikiran, akal, dan ingatan atau proses yang berasosiasi dengan pikiran, akal, dan ingatan.

William James (1980), ahli psikolog Jerman, memberikan definisi bahwa psikologi adalah ilmu mengenai kehidupan mental, termasuk fenomena dan kondisi-kondisinya. Fenomena tersebut menyinggung perasaan, keinginan, kognisi, berpikir logis, keputusan, dan sebagainya.

Kenneth Clark dan George Millter (1970), mendefinisikan bahwa psikologi sebagai studi ilmiah mengenai perilaku. Ruang lingkupnya mencakup berbagai proses perilaku yang diamati, seperti gerak tangan, cara berbicara, perubahan kejiwaan, dan proses yang hanya dapat diartikan sebagai pikiran dan mimpi.

Menurut Windt (1981) psikologi itu merupakan ilmu tentang kesadaran manusia.  Para ahli psikologi akan mempelajari proses-proses elementer dari kesadaran manusia itu.  Unsur kesadaran manusia yang merupakan refleksi dari keadaan jiwa merupakan hal yang dipelajari dalam psikologi.

Disamping itu, Woodwort dan Marquis (1975) mengajukan pendapat bahwa yang dimaksud dengan psikologi itu merupakan ilmu tentang aktivitas-aktivitas individu.  Pengertian aktivitas dalam arti yang luas, baik aktivitas motorik, kognitif, maupun emosional.

Branca (19640 dalam bukunya yang berjudul Psychology: The Science of Behavior, menjelaskan bahwa psikologi merupakan ilmu tentang perilaku, dan dalam hal ini adalah menyangkut perilaku manusia.  Namun tak hanya perilaku manusia, perilaku hewan pun turut dikemukakan.

Morgan, dkk (1984) menyatakan bahwa psikologi adalah ilmu mengenai tingkah laku manusia dan hewan, namun pengeterapan dari ilmu itu pada manusia. 

Sartain, dkk (1967)  menyatakan bahwa psikologi itu merupakan ilmu mengenai tingkah laku manusia.  Tetapi para ahli psikologi juga mempelajari perilaku hewan dan dari hasil penelitian tersebut mungkin dapat berguna untuk mengerti tentang keadaan manusia. 

Dapat disimpulkan bahwa psikologi sebagai suatu ilmu atau studi ilmiah yang meneliti serta mempelajari tentang perilaku dan aktivitas-aktivitas, baik manusia maupun hewan.  Aktivitas ini meliputi perilaku yang terlihat maupun yang tidak terlihat.

B.        KONSEP DASAR ILMU PSIKOLOGI

Konsep psikologi adalah gagasan-gagasan mengenai sesuatu yang menyangkut tentang tingkah laku manusia dan lingkungan sekitarnya melalui pengalaman-pengalaman yang dialami. Psikologi menyentuh semua aspek kehidupan manusia. Psikologi dipelajari untuk lebih mengenal diri sendiri dan orang lain. Setelah mengenal diri maka dia akan berusaha menyesuaikan dengan orang lain.
Konsep psikologi meliputi:
1.         Motivasi
Menurut Chaplin (1993) dan Thoha (1999)  motivasi adalah suatu keadaan dan ketegangan individu yang membangkitkan dan memelihara serta mengarahkan tingkah laku yang mendorong (drive) menuju tujuan (goal) untuk mencapai suatu kebutuhan (need).  Peranan motivasi dalam kehidupan manusia sangat penting menurut MCLelland (1953), seseorang dianggap memiliki motivasi untuk berprestasi, jika ia memiliki keinginan untuk berkarya lebih baik dari karya orang lain.

2.         Konsep Diri
Konsep diri merupakan penilaian tentang dirinya oleh orang lain yang menyangkut aspek fisik, persepsi dan kesikapan.  Konsep diri pun merupakan penilaian tentang dirinya yang sering diibaratkan sama dengan/serupa dengan hasil penilaian orang lain.  Artinya, setiap hubungan sosial di mana seseorang itu terlibat merupakan suatu cerminan diri yang disatukan dalam identitas orang itu sendiri, pendapat ini dikemukakan oleh Johnson (1986).  Dengan demikian, konsep diri merupakan sebuah produk kekuatan dan sosial yang merupakan agen penciptaan diri. 

3.         Sikap
Konsep sikap merujuk pada masalah yang lebih banyak bersifat evaluatif afektif terhadap suatu kecenderungan atas reaksi yang dipilihnya.  Sikap merupakan tendensi untuk bereaksi secara menyenangkan atau tidak menyenangkan terhadap sekelompok stimuli yang ditunjuk, misalnya suatu kelompok etnis atau komunitas, adat istiadat atau lembaga. Sikap tidak dapat diamati secara langsung, tetapi harus disimpulkan dari perilaku yang jelas, baik verbal maupun nonverbal.

4.         Persepsi
Persepsi merupakan suatu proses yang didahului oleh proses pengindraan yaitu merupakan proses diterimanya stimulus oleh individu melalui alat indra atau juga disebut proses sensoris.  Namun proses itu tidak berhenti begitu saja,melainkan stimulus tersebut diteruskan dan proses selanjutnya merupakan proses persepsi.  Proses pengindraan merupakan proses pendahulu dari proses persepsi.  Proses pengindraan dapat melalui: mata sebagai penglihatan, telinga sabagai pendengaran, hidung sebagai pembau, kulit sebagai perasa, lidah sebagai pengecap atau perasa.   Alat indra merupakan alat penghubung antara individu dengan dunia luarnya hal ini dikemukakan oleh Branca(1964) serta Woodworth dan Marquis (1957).

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa persepsi adalah pengorganisasian,penginterprestasian terhadap stimulus yang diinderanya sehingga merupakan suatu yang berarti dan merupakan respon yang integraded dalam diri individu.Karena itu dalam pengindraan orang akan mengaitkan dengan stimulu,sedangkan dalam persepsi orang akan mengaitkan dengan obyek(Branca,1964)
Faktor-faktor yang berperan dalam persepsi:
a.            Obyek yang dipersepsi
Obyek menimbulkan stimulus yang mengenai alat indra atau reseptor.  Stimulus dapat datang dari luar individu yang mempersepsi, tetapi juga dapat datang dari dalam individu yang bersangkutan yang langsung mengenai syaraf penerima yang bekerja sebagi reseptor.
b.            Alat Indera
Alat indera atau reseptor merupakan alat untuk menerima stimulus.
c.            Untuk menyadari atau untuk mengadakan persepsi diperlukan adanya perhatian,yaitu merupakan langkah pertama sebagai suatu persiapan dalam rangka mengadakan persepsi.
Faktor yang berperan proses persepsi dapat terjadi antara lain:
a.            Objek atau stimulus yang dipersepsi
b.            Alat indra dan syaraf-syaraf serta pusat susunan syaraf yang merupakan syarat fisiologis perhatian yang merupakan syarat psikologis

5.         Frustasi
Dalam rangka individu mencapai tujuan kadang-kadang atau justru sering individu menghadapi masalah,frustasi timbul karena adanya bloking dari perilaku yang disebabkan adanya kendala yang menghadapinya.Individu yang mengalami frustasi dapat mengalami depresi,merasa bersalah,rasa takut dan sebagainya.
Sumber frustasi antara lain:
a.             Lingkungan ,norma yang mengikat dapat menimbulkan frustasi
b.            Kemampuan individu,kadang tidak percaya diri juga akan menimbulkan frustasi bagi individu
c.             Munculnya dua factor yang sama,misalkan cinta segitiga pada kasus tersebut kedua perasaan membutuhkan pemenuhan namun tidak dapat dipenuhi dalam waktu yang sama
Jenis-Jenis Konflik:
a.             Konflik angguk-angguk
Konflik ini timbul jika individu menghadapi dua motif atau lebih yang kesemuanya bernilai positif
b.            Konflik geleng-geleng
Koflik yang timbul jika individu menghadapi dua motif atau lebih yang kesemuanya bernilai negative
c.             Konflik geleng angguk
Konflik ini timbul jika individu menghadapi dua factor yang berlainan antara positif dan negative maka individu harus memilih salah satu.
Respon yang diambil jika individu menghadapi bermacam-macam motif antara lain:
a.             Pemilihan atau penolakan
b.            Kompromi
c.             Ragu-ragu      

6.         Sugesti
Merupakan bagian dari bentuk interaksi social yang meneriam dengan mudah pengaruh dari orang lain
Seseorang dengan mudah dapat menerima sugesti,terjadi karena berbagai hal:
a.             Bila yang bersangkutan mengalami hambatan-hambatan dalam daya kritisnya,apakah itu karena stimulus yang emosional atau karena stimulus yang emosional,contoh: saat melihat konser penonton akan berteriak histeris melihat idolanya
b.            Karena terpecah belah pikirannya,contoh:tidak konsentrasi
c.             Adanya dukungan yang mempengaruhi untu merubah pandangan awal.

7.         Prestasi
Menurut Chaplin (1993), prestasi merupakan pencapaian atau hasil yang telah dicapai yang memerlukan suatu kecakapan/keahlian dalam tugas-tugas akademis maupun non akademis.  Bahwa seseorang yang memiliki motivasi berprestasi tinggi, tidaklah semata-mata karena mengejar materi dan meningkatkan status sosial, melainkan memiliki nilai dan kebanggaan tersendiri secara batiniah.

8.         Crowding (Kerumunan Massa)
Chaplin (1999) menyatakan, crowding merupakan suatu kumpulan orang-orang yang memiliki kepentingan yang sama walaupun tidak saling mengenal dengan emosi-emosi yang mudah dibangkitkan dan tidak kritis.
Pendapat Gustav Le Bon (1841-1932) bahwa suatu massa seakan-akan memiliki suatu jiwa tersendiri yang berlainan sifatnya dengan jiwa individu satu persatu.  Jiwa massa tersebut implusif, lebih mudah tersinggung, lebih mudah terbawa oleh sentiment-sentiment, kurang rasional, lebih bersifat primitif serta sukar dikendalikan.

9.         Imitasi
Imitasi merupakan salah satu proses interaksi sosial yang banyak terjadi dalam kehidupan sehari-hari dengan meniru perbuatan orang lain secara disengaja.  Pengaruh positifnya yaitu imitasi dapat menimbulkan pengaruh makin patuhnya terhadap norma-norma yang berlaku, terutama dalam system masyarakat patrimonial.  Sedangkan secara negative, seperti dengan maraknya penyiaran film-film kekerasan maka di masyarakat dan sekolah pun kekerasan makin meningkat intensitasnya.

10.     Kesadaran
Menurut Wright, konsep kesadaran memiliki makna inti yang merujuk pada suatu kondisi atau kontinum di mana kita mampu merasakan, berpikir, dan membuat persepsi.  Kesadaran pun sangat dipengaruhi oleh sudut pandang individual, dan kita mungkin dapat mengatakan bahwa aspek-aspek subjektif dari kesadaran itu berada di luar penjelasan system ilmu pengetahuan yang didasarkan pada pemahaman bersama, bahkan berada di luar semua makna yang terkonstruksikan secara sosial.

11.      Fantasi
Fantasi ialah kemampuan jiwa untuk membentuk tanggapan-tanggapan atau bayangan-bayangan baru.Fantasi sebagai kemampuan jiwa manusia dapat terjadi:
a.             Secara disadari yaitu apabila seseorang menyadari bahwa fantasi itu benar-benar muncul dari dalam diri individu
Contoh:seorang pelukis,melukis suatu gambaran yang berasal dari dalam fantasi pelukis sendiri
b.            Secara tidak disadari,yaitu apabila individu tidak secara sadar telah dituntun oleh fantasinya
Contoh: seorang anak memberikan pernyataan tidak sesuai dengan kenyataanmeskipun dia tida bermaksud untuk berbohong.
Macam-macam fantasi:
a.            Fantasi yang menciptakan yaitu merupakan bentuk atau jenis fantasi yang menciptakan sesuatu.Misal seorang ahli mode pakaian menciptakan gaya fashion yang sesuai dengan fantasinya.
b.            Fantasi yang dituntun atau dipimpin yaitu merupakan bentuk fantasi yang dituntun oleh pihak lain
Contoh:  saat orang melihat film maka ia akn berfantasi seolah-olah ia ikut merasakan apa yang terjadi di dalam konflik film tersebut

Sedangkan dilihat dari cara mengabstraksi fantasi dapat dibedakan menjadi:
a.            Fantasi yang mengabstraksi,yaitu cara orang berfantasi dengan mengabstraksi beberapa bagian,sehingga ada bagian-bagian yang dihilangkan
Misal:  Saat seorang anak diajak untuk menceritakan mengenai bagaimana pemandangan gurun pasir namun dia belum pernah melihat padang pasir secara langsung maka dia dapat berfantasi dengan menyamakan pemandangan lapangan yang luas.
b.            Fantasi yang mendeterminasi,yaitu cara orang yang berfantasi dengan mendeterminasi terlebih dahulu
Contoh :orang dapat berfantasi bahwa bentuk tubuh kucing sama dengan anjing.
c.             Fantasi yang mengkombinasi,yaitu orang yang berfantasi dengan cara mengkombinasikan pengertian-pengertian atau bayangan-bayangan yang ada pada individu bersangkutan.
         Misal: orang berfantasi tentang ikan duyung dalam benaknya dia akan membayangkan kepala ikan berwujud kepala manusia sedangkan tubuhnya seperti ikan.

12.     Personalitas
Menurut Colman (2000) personalitas merupakan sebuah konsep samar yang mencakup seluruh karakteristik psikologi yang membedakan seseorang dengan yang lainnya.  Chaplin berpendapat bahwa secara garis besar pesonalitas pada hakikatnya merupakan organisasi dinamis dalam individu yang terdiri dari sistem-sistem psikofisik yang menentukan tingkah laku dan pikiran yang dimiliki secara karakteristik.

13.     Pikiran
Menurut Valentine (2000) berpikir berasal dari bahasa Teutonic kuno, yaitu gamundi yang artinya berpikir, mengingat, bermaksud atau intend.  Berbagai pengertian ini tampak sekali sebagai frase, seperti mengingat kembali, memerhatikan, dan mengubah pikiran orang. 
Sementara itu, Plato membagipikiran dalam tiga bagian, yakni fungsi-fungsi kognitif, konatif dan afektif, hal tersebut bertahan hingga abad ke-19.  Saat ini banyak orang berasumsi bahwa pikiran diidentifikasi sebagai system yang mengatur perilaku, bukan diidentifikasi berdasarkan kesadaran. 

14.     Insting atau Naluri
Insting merupakan dorongan biologis pada suatu implus untuk melakukan tindakan tertentu tanpa kesadaran yang sifatnya turun temurun atau bawaan dengan mengabaikan pengalaman hidup maupun hasil belajar.

15.     Mimpi
Mimpi secara psikologis merujuk pada suatu aktivitas sederetan tamsil simbolik, ide, gagasan, hasrat terpendam, kebutuhan, dan konflik yang saling bertalian dan berlangsung selama tidur, selama dikuasai obat bius maupun selama dalam kondisi terhipnotis, pendapat ini dikemukakan oleh Chaplin. 



Manfaat dari mimpi
a.             Dapat melenyapkan ingatan yang tidak diperlukan atau tidak diinginkan dari pengalaman yang dialami oleh orang yang bersangkutanselama satu hari penuh sebelum tidur
b.            Proses belajar atau pengingatan atas hal-hal penting yang di alami pada masa sebelumnya
c.             Penghimpun informasi

Ruang lingkup dari ilmu psikologi adalah:
1.         Psikologi Sosial
2.         Psikologi Klinis dan Penyuluhan atau Konseling
3.         Psikologi Konstitutional
4.         Psikofarmakologi
5.         Psikologi Okupasional
6.         Psikologi Politik
7.         Psikologi Sekolah dan Pendidikan
8.         Psikologi Perkembangan
9.         Psikologi Kepribadian
10.     Psikologi Lintas Budaya
11.     Psikologi Rekayasa
12.     Psikologi Lingkungan
13.     Psikologi Konsumen
14.     Psikologi Industri dan Organisasi
a.             Psikologi Personalia
b.            Psikologi Industri atau Sosial Klinis
c.             Psikologi SDM atau Rekayasa Manusia






C.        METODE PENELITIAN DALAM ILMU PSIKOLOGI
Penentuan sesuatu metode merupakan hal yang penting setelah penentuan objek yang akan dipelajari.  Dari segi metode akan terlihat ilmiah tidaknya sesuatu penelitian itu.  Pada dasarnya metode penelitian dapat dibedakan atas dua bagian yang besar, yaitu metode longitudinal dan cross-sectional.
1.         Metode Longitudinal
Metode ini merupakan metode penelitian yang membutuhkan waktu relatif lama untuk mencapai sesuatu hasil penelitian.  Dengan metode ini penelitian dilakukan hari demi hari, bulan demi bulan bahkan mungkin tahun demi tahun.  Karena itu apabila dilihat segi perjalanan penelitian ini adalah secara vertikal.  Dengan menggunakan metode ini peneliti membutuhkan waktu yang lama, kesabaran serta ketekunan

2.         Metode Cross-sectional
Metode ini merupakan suatu metode penelitian yang tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama di dalam mengadakan penelitian.  Dengan metode ini dalam waku yang relatif singkat dapat dikumpulkan bahan yang banyak.  Apabila dilihat jalannya penelitian adalah secara horizontal.  Tapi pada umunya hasil penelitian kurang mendalam.
Disamping metode tersebut diatas dalam penelitian psikologi digunakan pula metode-metode sebagai berikut:
1.         Metode Eksperimental
Metode ini pertama kali dipakai oleh Wilhelm Wundt.  Agar metode ini dapat mencapai hasil yang dapat dipertanggungjawabkan, maka ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, yaitu:
a.             Kita harus dapat menentukan waktu terjadinya gejala yang ingin kita selidiki
b.            Kita harus dapat mengikuti berlangsungnya gejala yang ingin kita selidiki,dan harus mengamatinya dengan perhatian khusus
c.             Tiap-tiap pengamatan atau observasi harus dapat kita ulangi dalam keadaan-keadaan yang sama.
d.            Kita harus dapat mengubah-ubah dengan sengaja syarat-syarat keadaan eksperimen.

Dalam metode eksperimental peneliti dengan sengaja menimbulkan keadaan atau situasi yang ingin diteliti atau dengan kata lain peneliti menggunakan perlakuan atau treatment, yang ingin diketahui akibat dari treatment tersebut.  Prinsip dalam eksperimen ialah ingin mengetahui efek sesuatu perlakuan yang dikenakan olehpeneliti terhadap keadaan yang dikenainya.  Dalam eksperimen, treatment merupakan veariabel bebas, sedangkan perubahan yang terjadi merupakan variable tergantung.
Disamping adanya kelompok eksperimen, diperlukan juga adanya kelompok kontrol.  Kelompok kontrol ini berguna untuk mengontrol apakah perubahan yang ada betul-betul sebagai akibat adanya perlakuan tersebut.  Selain itu juga berguna untuk membandingkan antara yang dikenai perlakuan eksperimen dengan yang tidak dikenai perlakuan.
Agar dapat tercapai penelitian dengan hasil yang sebaik-baiknya maka eksperimen dilakukan baik di dalam laboratorium maupun di luar laboratorium, namun kedua-duanya ditempuh dengan memperhatikan syarat-syarat eksperimen.

2.         Metode Non-Eksperimental
Pada metode ini peneliti mencari atau menunggu sampai dijumpai keadaan atau situasi yang ingin diteliti, jadi mencari situasi yang ada dalam keadaan wajar.
Untuk lebih terperinci dapat dikemukakan metode-metode yang digunakan dalam lapangan psikologi sebagai berikut:
a.            Metode Introspeksi
Metode ini merupakan suatu metode penelitian dengan melihat peristiwa-peristiwa kejiwaan ke dalam dirinya sendiri.  Kelemahan pokok yang sering dikemukakan terhadap metode ini ialah bahwa metode ini bersifat subjektif.  Karena itu dengan metode ini sukar untuk mecapai segi objektivitas padahal segi objektivitas dituntut oleh ilmu pengetahuan.

b.            Metode introspeksi eksperimental
Metode ini merupakan penggabungan metode introspeksi dengan eksperimen.  Dengan jalan eksperimen, maka sifat subjektivitas dari metode introspeksi akan dapat diatasi.  Pada metode introspeksi murni hanya diri peneliti yang menjadi objek.  Namun, pada metode ini jumlah subjek banyak, yaitu orang-orang yang dieksperimentasi itu.  Dengan luasnya atau banyaknya subjek penelitian maka hasil penelitian akan lebih bersifat objektif.

c.             Metode ekstrospeksi
Pada metode ini subjek penelitian bukan dirinya sendiri tetapi orang lain.  Dengan demikian diharapkan adanya sifat yang objektif dalam penelitian.  Namun metode ini sebenarnya berdasarkan atas metode intospeksi maka kelemahan-kelemahan yang terdapat pada metode introspeksi sedikit banyak juga akan terdapat pada metode ekstrospeksi.

d.            Metode Kuesioner
Kuesioner atau sering pula disebut angket merupakan meotde penelitian dengan menggunakan daftar pertanyaan atau pernyataan yang harus dijawab atau dikerjakan oleh yang menjadi subjek dari penelitian tersebut.  Dengan angket, orang akan dapat memperoleh fakta atupun opini.  Pertanyaan itu ada beberapa macam bentuk atau jenis yang sekaligus memberikan bentuk atau jenis angket, yaitu:
1)         Pertanyaan yang tertutup (closed questions),  yaitu bentuk pertanyaan, orang yang akan dikenai angket (responden) tinggal memilih jawaban-jawaban yang telah disediakan dalam angket tersebut.
2)         Pertanyaan yang terbuka (open questions), yaitu bentuk pertanyaan yang responden masih diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk memberikan jawaban.  Pada umumnya apabila akan mendapatkan opini dipakai angket bentuk ini.
3)         Pertanyaan yang terbuka dan tertutup, yaitu merupakan campuran dari kedua macam pertanyaan tersebut diatas.
Dilihat dari cara orang memberikan informasi, angket terbagi menjadi dua, yaitu:
1)         Angket Langsung.  Angket yang diberikan kepadasubjek yangdikenai, tanpa menggunakan perantara.  Jadi peneliti langsung mendapatkan bahan dari sumber pertama (first resource)
2)         Angket Tidak Langsung.  Angket yang menggunakan perantara dalam menjawab.  Jawaban-jawaban tidak langsung didapatkan dari sumber pertama, tetapi melalui perantara.
Keuntungan metode angket:
1)         Metode angket merupakan metode yang praktis
2)         Dalam waktu singkat dapat dikumpulkan data yang relative banyak
3)         Orang dapat menjawab leluasa, sehingga tidak dipengaruhi oleh orang-orang lain
Kelemahan metode angket:
1)         Karena dengan angket peneliti mungkin tidak dapat langsung berhadapan muka dengan yang diteliti, maka apabila ada hal-hal yang kurang jelas, keterangan lebih lanjut sulit diperoleh
2)         Pertanyaan-pertanyaan tidak dapat diubah disesuaikan dengan situasinya
3)         Biasanya angket yang telah dikeluarkan tidak semua dapat kembali
4)         Kesalahan dalam pelaksanaan, kurang terangnya pertanyaan, menyebabkan kurang validnya bahan yang diperoleh.

e.             Metode Interviu
Merupakan metode penelitian dengan  menggunakan pertanyaan-pertanyaan.  Pertanyaan-pertanyaan diberikan secara lisan.
Keuntungan metode angket:
1)         Pada interviu hal-hal yang kurang jelas dapat dperjelas, sehingga orang dapat mengerti apa yang dimaksudkan
2)         Pada saat interviu penginterviu dapat menyesuaikan dengan keadaan yang diinterviu.
3)         Dalam interviu adanya hubungan yang langsung.
Kelemahan metode angket:
1)         Penelitian dengan interviu kurang hemat dan membutuhkan waktu yang lama
2)         Pada interviu dibutuhkan keahlian dan untuk memenuhi ini dibutuhkan waktu.
3)         Pada interviu pabila telah ada prasangka maka akan mempengaruhi interviu, sehingga hasilnya tidak objektif

f.             Metode Biografi
Metode ini merupakan tulisan tentang kehidupan seseorang yang merupakan riwayat hidup.  Dalam biografi orang menguraikan tentang keadaaan, sikap-sikap ataupun sifat-sifat lain mengenai orang yang bersangkutan.  Metode ini kadang-kadang bersifat subjektif, dalam arti menurut pandangan yang membuat biografi itu.

g.            Metode Analisis Karya
Merupakan suatu metode penelitian dengan mengadakan analisis dari hasil karya. 


h.            Metode Klinis
Metode ini mula-mula timbul dalam lapangan klinik untuk mempelajari keadaan orang-orang yang jiwanya terganggu (abnormal).  Kelemahannya metode ini seakan-akan memberikan kesan bahw subjeknya orang-orang yang jiwnya tidak normal,m hingga hasil yang dicapai kurang menggambarkan keadaan jiwa pada umumnya.

i.              Metode Testing
Metode ini merupakan metode penelitian yang menggunakan soal-soal, pertanyaan-pertanyaan, atau tugas-tugas lain yang telah distandardisasikan.  Pada tes orang ingin mengetahui kemapuan-kemampuan ataupun sifat-sifat lain dari testee.  Metode ini mulai terkenal setelah asil kerja dari Binet.  Pada tahun 1904 Binet mendapatkan tugas dari pemerintah Perancis.

j.              Metode Statistik
Metode ini digunakan untuk mengadakan penganalisisan terhadap materi atau data yang telah dikumpulkan dalam suatu penelitian.
Fungsi dan peranan statistik adalah sebagai berikut:
1)         Statistik memungkinkan pencatatan secara paling eksak data penyelidikan
2)         Statistik memaksa penyelidik menganut tata-pikir dantata kerja yang definit dan eksak
3)         Statistik menyediakan cara-cara meringkas data ke dalam bentuk yang lebih banyak artinya dan lebih gampang mengerjakannya.
4)         Statistik memberi dasar-dasar untuk menarik konklusi-konklusi melalui proses-proses yang mengikuti tata yang dapat diterima oleh ilmu pengetahuan.
5)         Statistik member landasan untuk meramalkan secara ilmiah tentang bagaimana sesuatu gejala akan terjadi dalam kondisi-kondisi yang telah diketahui.
6)         Statistik memungkinkan penyelidik menganalisis, menguraikan sebab akibat yang kkompleks dan rumit, yang tanpa statistic akan merupakan peristiwa yang membingungkan, kejadian yang tak teruraikan.

k.            Metode Survey
Metode ini biasanya digunakan untuk mengumpulkan keterangan mengenai kelompok tertentu yang ingin diselidiki.  Dalam pelaksanaan, biasanya dengan menggunakan wawancara, observasi atau angket sebagai alat utnuk mengumpulkan keterangan-keterangannya.  Seperti pendapat politik, pilihan para konsumen, sebab-sebab mereka partisipatif atau tidak dalam pemilu, kebutuhan perawatan kesehatan dan sebagainya.  The Gallup Poll dan The United States Census, mungkin merupakan contoh survey yang terkenal.
Di dalam survey biasanya si penyelidik menggunakan sampel yaitu sebuah kelompok kecil yang dianggap representative dari pada kelompok besar yang ingin diselidikinya.  Dari sampel ini kemudian diselidiki dengan teliti dan cermat tentang hal-hal yang ingin diketahui.  Bila cara-cara memilih sampel ini memenuhi syarat, maka hasilnya akan dianggap sama dengan seluruh populasi yang ingin kita ketahui.

l.              Metode Tes
Metode ini digunakan untuk mengukur segala jenis kemampuan seperti minat, bakat, intelegensi, sikap maupun tes prestasi belajar.  Melalui metode ini memungkinkan para ahli psikologi memperolhe sejumlah besar data dari sekelompok orang dengan gangguan tak berarti dari pekerjaan rutin dan tanpa peralatan laboratorium yang  rumit.


m.          Metode Riwayat Kasus
Metode penelaahan riwayat hidup secara ilmiah dikenal sebagai sebagai riwayat kasus, merupakan sumber data yang penting bagi para ahli psikologi dalam mempelajari individu.  Sebagian besar riwayat kasus dipersiapkan dengan cara merekonstruksikan riwayat hidup seseorang berdasarkan kejadian dan catatan teringat. 
Keunggulan metode ini adalah tidak tergantung pada ingatan individu yang diwawancarai, tetapi benar-benar atas data atau catatan yang telah dilakukan.

Secara umum metode yang dominan dalam penggunaan ilmu psikologi khusus nya yang berkaitan dengan kehidupan manusia yaitu metode eksperimental, metode angket, metode interview, metode survey, metode tes , metode riwayat kasus, serta metode klinis.


















D.       PERAN ILMU PSIKOLOGI DALAM KEHIDUPAN MANUSIA
Dewasa ini, peran ilmu psikologi hampir mendominasi kehidupan manusia.  Pendominasian ini dikarenakan semakin tingginya kompleksivitas kehidupan yang dilalui oleh manusia. Berikut ini peran-peran ilmu psikologi dalam kehidupan manusia:
1.         Dengan adanya psikologi sosial, dapat membantu menangani berbagai macam konflik yang terjadi di dalam masyarakat, dengan memperhatikan aspek-aspek budaya dan kondisi lingkungan
2.         Psikologi klinis berperan untuk memahami, mendiagnosis dan mengatasi berbagai masalah atau penyakit psikologi
3.         Membantu individu memahami dan mengubah perasaan, pikiran, dan perilaku kejiwaan; mengatasi tekanan mental; menanggulangi krisis; dan meningkatkan kemampuan dalam menyelesaikan berbagai persoalan, semua itu merupakan peranan dari psikologi konseling
4.         Dengan adanya psikologi konstitusional, kita dapat mengetahui adanya keterkaitan antara tipe-tipe fisik tertentu dengan kepribadian atau temperamen
5.         Ditemukannya berbagai macam obat yang dapat mengobati gangguan psikiatris, karena adanya psikofarmakologi
6.         Adanya pengetahuan mengenai pemberian dan penafsiran hasil tes inteligensi, tes hasil belajar dan tes kepribadian, serta adanya pengevaluasian kegiatan belajar dan emosi.  Semua merupakan manfaat dari psikologi sekolah
7.         Manfaat dari psikologi pendidikan yaitu peningkatan kualitas pembelajaran bagi guru dan hasil-hasil belajar bagi peserta didik
8.         Beredarnya buku-buku pegangan ringkasan data mengenai kemampuan sensorik, motorik dan kapasitas-kapasitas lainnya yang dimiliki manusia yang relevan  untuk dimanfaatkan oleh para ahli teknik dalam mendesain perlengkapan, peran psikologi rekayasa
9.         Adanya pengkajian mengenai akibat yang sebelumnya sudah terpikirkan manusia dan akibat yang diperhitungkan sebelumnya, peranan dari psikologi lingkungan
10.     Psikologi konsumen berperan dalam peralihan pusat perhatian dari konsumen sebagai pembeli ke konsumen sebagai konsumen.
11.     Dengan adanya psikologi personalia, adanya analisis pekerjaan dan tes kemampuan.  Analisis pekerjaan berguna untuk memudahkan dalam penentuan tugas-tugas yang paling penting maupun yang paling sering dilaksanakan dalam mengukur keahlian dan kecakapan.  Sedangkan tes kemampuan untuk menjajagi gambaran kekuatan kelemahan para calon pegawai untuk memenuhi tuntutan pekerjaan.
12.     Kesejahteraan psikologis para pekerja lebih diperhatikan, hal ini disebabkan oleh psikologis industri
13.     Adanya upaya pengaturan dan perancangan lingkungan kerja agar cocok dengan kapasitas dan keterbatasan manusia, berkat psikologi SDM atau Rekayasa Manusia.

Berpijak dari berbagai macam peran psikologi dalam segala lini dan aspek kehidupan manusia maka secara langsung atau tidak langsung psikologi dengan berbagai cabang keilmuannya akan mempengaruhi gaya hidup, pemikiran, sikap dan kepribadian manusia maupun pembentukan alur sejarah kehidupan manusia secara terus menerus. Hal ini juga akan berpengaruh pada pembentukan lingkaran antar ilmu yang saling berhubungan dalam mewarnai kehidupan manusia.









BAB III
PENUTUP

A.       KESIMPULAN

Berdasarkan paparan diatas dapat disimpulkan bahwa ilmu psikologi adalah suatu ilmu atau studi ilmiah yang meneliti serta mempelajari tentang perilaku dan aktivitas-aktivitas, baik manusia maupun hewan.  Aktivitas ini meliputi perilaku yang terlihat maupun yang tidak terlihat.

Konsep dasar dari ilmu psikologi adalah motivasi, konsep diri, sikap, persepsi, frustasi, sugesti, prestasi, crowding (kerumunan massa), imitasi, kesadaran, fantasi, prsonalitasi, pikiran, insting atau naluri, dan mimpi.

Metode-metode yang digunakan dalam penelitian ilmu psikologi antara lain metode longitudinal, metode cross-sectional, metode eksperimental, metode non-eksperimental, metode introspeksi. metode introspeksi eksperimental, metode ekstrospeksi, metode kuesioner, metode interviu, metode biografi, metode analisis karya, metode klinis, metode testing, metode statistik, metode survey, metode tes dan metode riwayat kasus

Adapun peran dari psikologi dalam kehidupan masyarakat anatara lain:
Membantu menangani berbagai macam konflik yang terjadi di dalam masyarakat, dengan memperhatikan aspek-aspek budaya dan kondisi lingkungan. Psikologi klinis berperan untuk memahami, mendiagnosis dan mengatasi berbagai masalah atau penyakit psikologi, membantu individu memahami dan mengubah perasaan, pikiran, dan perilaku kejiwaan; mengatasi tekanan mental; menanggulangi krisis; dan meningkatkan kemampuan dalam menyelesaikan berbagai persoalan, semua itu merupakan peranan dari psikologi konseling.  Psikologi konstitusional untuk mengetahui adanya keterkaitan antara tipe-tipe fisik tertentu dengan kepribadian atau temperamen, berbagai macam obat yang dapat mengobati gangguan psikiatris, karena adanya psikofarmakologi. Psikologi sekolah yang berperan sebagai pengetahuan mengenai pemberian dan penafsiran hasil tes inteligensi, tes hasil belajar dan tes kepribadian, serta adanya pengevaluasian kegiatan belajar dan emosi, Beredarnya buku-buku pegangan ringkasan data mengenai kemampuan sensorik, motorik dan kapasitas-kapasitas lainnya yang dimiliki manusia yang relevan untuk dimanfaatkan oleh para ahli teknik dalam mendesain perlengkapan, peran psikologi rekayasa.  Adanya pengkajian mengenai akibat yang sebelumnya sudah terpikirkan manusia dan akibat yang diperhitungkan sebelumnya, peranan dari psikologi lingkungan. Psikologi konsumen berperan dalam peralihan pusat perhatian dari konsumen sebagai pembeli ke konsumen sebagai konsumen, psikologi personalia, sebagai analisis pekerjaan dan tes kemampuan.  Psikologi industri untuk  memberikan kesejahteraan psikologis para pekerja, upaya pengaturan dan perancangan lingkungan kerja agar cocok dengan kapasitas dan keterbatasan manusia, berkat psikologi SDM atau Rekayasa Manusia.


B.        SARAN-SARAN
Di era globalisasi ini, diharapkan masyarakat Indonesia dapat memaksimalkan penggunaan ilmu psikologi mengingat banyaknya manfaat yang dapat diperoleh dari penerapan ilmu psikologi, baik untuk pola pikir, pola perilaku, serta pola kehidupan pribadi maupun di lingkungan masyarakat.








Daftar Pustaka

Ahmadi, Abu, Psikologi Sosial, Jakarta: PT Rineka Cipta, 2002
Supardan, Dadang dan Hamid Hasan, Pengantar Ilmu Sosial, Jakarta:  PT Bumi Aksara, 2008.
Walgito, Bimo, Pengantar Psikologi Umum, Yogyakarta: Andi Offset, 2004.
http://google.com/ 2 November 2010/ 14.36 WIB












Tidak ada komentar:

Poskan Komentar